PLANTUNGAN, KENDALMU.OR.ID – Kesehatan mental kini semakin disadari sebagai modal utama untuk menciptakan kebahagiaan, baik dalam kehidupan pribadi maupun keluarga.
Berangkat dari kesadaran itu, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kendal menggelar seminar bertajuk “Mental Sehat, Keluarga Bahagia” di MI Muhammadiyah Wadas, Kecamatan Plantungan, Kendal, Minggu (31/8/2025).
Acara ini dihadiri perwakilan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) se-Kabupaten Kendal. Hadir sebagai pemateri utama, dr. Alfauzi Syamsudin, Sp.KJ, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dari RS PKU Aisyiyah Kendal, yang memberikan materi mendalam tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.
Dalam pemaparannya, dr. Alfauzi menekankan bahwa kewarasan dan kesadaran setiap individu, terutama perempuan yang memegang peran ganda di rumah dan masyarakat, perlu terus dijaga.
“Kesehatan mental yang terganggu dapat berdampak pada kehidupan pribadi, keluarga, bahkan lingkungan sosial. Karena itu penting untuk memahami tanda-tanda sejak dini,” ujarnya.
Ia mengurai berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental, mulai dari tekanan hidup sehari-hari, beban peran sebagai istri sekaligus ibu, hingga dinamika rumah tangga.

Menurutnya, jika tidak ditangani, gangguan mental bisa menimbulkan dampak serius baik dalam jangka pendek maupun panjang. Karena itu, mengenali gejala awal serta mengelola tekanan hidup dengan bijak menjadi kunci pencegahan.
Seminar ini dinilai relevan dengan kondisi kader Nasyiatul Aisyiyah yang mayoritas merupakan perempuan berkeluarga. Namun demikian, materi juga sangat bermanfaat bagi mereka yang masih lajang, sebagai bekal untuk menjaga kesehatan mental di masa depan.
“Tema ini sengaja kami angkat karena kesehatan mental adalah kunci keluarga yang bahagia. Perempuan, baik yang sudah maupun belum berkeluarga, perlu membekali diri dengan pemahaman ini agar tetap aware dalam menjaga keseimbangan diri,” terang salah satu panitia penyelenggara.
Melalui kegiatan ini, PDNA Kendal berharap para kader semakin peduli untuk melakukan observasi diri, peka terhadap tanda-tanda gangguan mental, serta mampu mengelola tekanan hidup dengan bijak.
Dengan kesehatan mental yang terjaga, perempuan diharapkan dapat menjadi pondasi kokoh bagi terciptanya keluarga harmonis sekaligus kehidupan sosial yang lebih sehat. (devi)
Kontributor Devi Sumayya Sara, Editor: Abdul Ghofur
