Kolaborasi dua organisasi Islam besar itu sebelumnya sukses menggelar berbagai kegiatan, mulai dari pawai ta’aruf, apel kebangsaan, lomba antar TPQ, hingga pengajian akbar bersama Ustadzah Mumpuni.
Gagasan kerja sama ini berawal dari perbincangan santai antara para ustadz dan pemuda di kediaman Ustadz Miftahul Bashor. Dari obrolan tersebut, muncul ide dari Ustadz Muhammad Hifdzi Anshori dan Gus Aris untuk mengadakan peringatan Hari Santri secara bersama antara Muhammadiyah dan NU.
Acara pembubaran panitia HSN 2025 dihadiri sejumlah tokoh dari kedua organisasi, di antaranya KH Ahmad Rajin, Ketua MWC NU Patean Ustadz Sodikin, serta perwakilan ortom dan lembaga Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Ustadz Muhammad Hifdzi Anshori berharap sinergi antara Muhammadiyah dan NU terus berlanjut.
“Kegiatan seperti ini jangan berhenti di sini. Semoga kolaborasi antara Muhammadiyah dan NU terus berjalan. Saya juga teringat Almarhum Ustadz Iskhaq dan KH Ahmad Rajin yang semasa hidupnya selalu bersama dalam dakwah. Semoga kita semua kelak dipertemukan kembali di surga Allah,” ujarnya.
Sementara itu, KH Ahmad Rajin menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.
“Ikhtilaf itu biasa, perbedaan wajar. Yang terpenting adalah menjaga ukhuwah sesama muslim. Saya dulu sangat dekat dengan Almarhum Ustadz Iskhaq, bahkan sering diundang mengisi pengajian di MTs Muhammadiyah 02 Patean. Hal-hal seperti ini harus terus kita jaga bersama,” tuturnya.
Laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan disampaikan oleh Gus Aris Nurfathani, M.Pd., sebelum panitia resmi dibubarkan oleh KH Ahmad Rajin. Acara ditutup dengan makan bersama dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah dan NU Patean menegaskan komitmen untuk terus memperkuat ukhuwah dan persatuan umat di tengah keberagaman. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menumbuhkan semangat kebersamaan demi kemaslahatan bersama. (baehaqi)
