SUKOREJO.KENDALMU.OR.ID. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi MI Muhammadiyah Mulyosari, Sukorejo, Kab. Kendal dalam ajang Olimpiade Topaz Global Education tingkat provinsi yang digelar di UIN Raden Mas Said Surakarta, Ahad (25/5/2025).
Kegiatan tersebut diiselenggarakan oleh lembaga bimbingan belajar Topaz Global Education yang berbasis di Surabaya, kompetisi ini menjadi ajang bergengsi bagi pelajar di berbagai jenjang.

Dalam ajang tersebut sebanyak 10 dari 18 peserta dari MI Muhammadiyah Mulyosari berhasil meraih medali dan melaju ke babak grand final.
Perlombaan berlangsung secara tertulis dan ketat ini diikuti oleh siswa dari berbagai sekolah di Jawa Tengah.
Para peserta dibagi ke dalam sejumlah ruangan berdasarkan level dan mata pelajaran yang diikuti, seperti sains, matematika, dan bahasa Inggris.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari seleksi tingkat kabupaten yang sebelumnya digelar pada 16 Februari 2025 di Kendal.

Dari MI Muhammadiyah Mulyosari, 10 siswa sukses membawa pulang medali dengan rincian: 1 medali emas, 3 medali perak, dan 6 medali perunggu. Mereka kini berhak melaju ke grand final yang akan dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di Surabaya.
Berikut daftar peraih medali dari MI Muh Mulyosari:
-
Audina Widi Lestari – Medali Emas (Level 2, Science)
-
Naura Hasanal Baha & Abidzar Al-Ghifari – Medali Perak (Level 2, Science)
-
Radif Gibran Al-Khalifi – Medali Perak (Level 2, Matematika)
-
Zaskia Aulia Syifa, Jihan Mufida, dan Sheza Ganesh Arbella – Medali Perunggu (Level 1, Science)
-
Aqila Nindy Annaila & Rizqina Asyifa Sasmita – Medali Perunggu (Level 3, Science)
-
Gilang Adiyudho Ali Aryono – Medali Perunggu (Level 2, Bahasa Inggris)
Kepala MI Muhammadiyah Mulyosari, Taufiqurrahman, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian luar biasa ini. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut adalah buah dari kerja keras dan semangat belajar para siswa.
“Alhamdulillah, sekolah kami berhasil memborong medali. Anak-anak telah membuktikan kemampuan mereka dan bersaing dengan siswa dari berbagai daerah di Jawa Tengah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh guru pembimbing, Asih Tutik Mukhofifah. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa sekolah kecil di daerah pegunungan pun mampu bersaing dengan sekolah-sekolah besar di perkotaan.
“Kami membuktikan bahwa meski berada di pelosok, semangat dan tekad belajar anak-anak kami tak kalah. Ini adalah hasil dari latihan dan pendampingan intensif yang kami lakukan bersama para guru,” tuturnya.
Dengan raihan ini, MI Muhammadiyah Mulyosari tak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menunjukkan bahwa keterbatasan lokasi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi di tingkat provinsi, bahkan nasional. (dian)
Kontributor : Dian Nurhayati. Editor : Abdul Ghofur
