NGAMPEL, KENDALMU.OR.ID – Pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan warohmah adalah dambaan setiap pasangan. Namun, kenyataannya, konflik rumah tangga kerap muncul, bahkan tidak jarang berujung pada perceraian jika pasangan tidak mampu saling memahami dan menghargai perbedaan masing-masing.
Topik inilah yang menjadi fokus Kajian Ahad Pagi Al-Ikhlas yang digelar pada Ahad, 30 November 2025, di Aula Kecamatan Ngampel. Kajian ini dibawakan oleh Ustadzah Sri Wahyuni, Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kecamatan Ngampel, yang dihadiri oleh anggota PCM Ngampel dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah.
Kajian dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, yaitu Surah Al-Hujurat ayat 13 dan Surah Ar-Rum ayat 21, yang menegaskan penciptaan manusia sebagai pasangan dan pentingnya rasa kasih sayang dalam hubungan suami-istri.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ١٣
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. (QS. Al-Hujurat 13)”
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ٢١
“Dan di antara tanda-tanda-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berpikir. (QS. Ar-Rum 21)”
Dari ayat-ayat tersebut, Ustadzah Sri Wahyuni menekankan pentingnya memahami bahwa setiap manusia diciptakan berbeda.
“Tidak ada manusia yang sama, bahkan anak kembar sekalipun, apalagi pasangan suami-istri. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing,” ujarnya.
Beliau menjelaskan perbedaan laki-laki dan perempuan dari perspektif fisiologis dan psikologis. Menurutnya, otak laki-laki dan perempuan memiliki karakteristik yang berbeda, yang memengaruhi cara berpikir dan bertindak.
“Otak laki-laki memiliki hipotalamus lebih besar dan corpus callosum lebih tipis, sehingga mereka cenderung fokus pada satu hal, mengutamakan logika, tapi sulit multitasking dan lebih pendiam. Berbeda dengan perempuan yang multitasking, komunikatif, dan cepat menceritakan perasaannya. Namun, laki-laki lebih unggul dalam mengambil keputusan,” jelas Ustadzah Sri Wahyuni.
Perbedaan biologis ini menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memang diciptakan untuk saling melengkapi. Konflik dalam rumah tangga, menurut beliau, adalah hal yang wajar dan bahkan penting.
“Konflik rumah tangga ibarat ombak yang menerjang kapal. Tanpa ombak, kapal tidak bergerak maju. Begitu pula dalam pernikahan, konflik harus dilewati bersama dengan saling melengkapi, bukan menjadi pemicu perpisahan,” tuturnya.
Sebagai penutup, Ustadzah Sri Wahyuni memberikan pesan bagi pasangan yang sudah menikah: saling memahami, menghargai perbedaan, dan mencintai satu sama lain adalah kunci agar tujuan pernikahan sakinah, mawaddah, dan warohmah dapat tercapai.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang perbedaan dan kemampuan untuk saling melengkapi, rumah tangga yang harmonis bukan hanya impian, melainkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, (rio)
