LIMBANGAN.KENDALMU.OR.ID. Di tengah derasnya arus perubahan zaman dan derasnya tantangan era digital, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Kendal menggelar Pelatihan Kader Baitul Arqam Dasar (BAD) sebagai langkah strategis mencetak kader militan, ideologis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Mengusung tema “Menguatkan Ideologi, Mengasah Potensi, Menggerakkan Perubahan,” kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad (18–20 Juli 2025) di Kampung Jawa Sekatul, Limbangan, Kendal.
Sebanyak 37 peserta dari seluruh cabang Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Kendal dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) mengikuti pelatihan intensif ini.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, Maryono, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa di era digital saat ini, peluang kerja terbuka luas bagi mereka yang mampu beradaptasi dan menguasai teknologi. Dunia digital, katanya, tak lagi mengenal batas tempat dan waktu.
“Dunia digital menghadirkan peluang kerja yang bisa dikerjakan di mana saja, bahkan dari rumah hanya dengan laptop dan koneksi internet,” ujar Maryono.
Ia menekankan pentingnya Pemuda Muhammadiyah menguasai teknologi informasi sebagai bagian dari gerakan Islam berkemajuan. Pemuda yang kreatif, lanjutnya, harus mampu menempatkan dirinya dalam percaturan dunia digital, menjadi programmer, desainer, atau content creator yang tetap membawa nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Jika pemuda Muhammadiyah tak mampu menguasai IT, ke depan pekerjaan mereka bisa tergantikan oleh robot,” tegasnya.
Meski demikian, Maryono mengingatkan bahwa penguasaan teknologi harus seiring dengan penguatan spiritualitas dan komitmen ideologis.

Ia mendorong kader muda Muhammadiyah untuk terus menghidupkan nilai-nilai Qur’ani, shalat berjamaah, dan budaya berinfak sebagaimana program unggulan PD Muhammadiyah Kendal.
Ketua PDPM Kendal, Abdul Malik, menyampaikan bahwa pelatihan BAD ini bukan sekadar kegiatan formal, melainkan momentum strategis dalam membekali kader dengan pemahaman ideologis, kemampuan berpikir kritis, dan kesadaran sosial-kebangsaan.
“Pemuda Muhammadiyah adalah bagian penting dari gerakan dakwah Islam berkemajuan. Pelatihan ini akan menanamkan nilai-nilai dasar gerakan sekaligus memupuk komitmen untuk berkontribusi aktif dalam masyarakat,” tutur Malik.
Ia menambahkan, BAD merupakan media kaderisasi formal yang memiliki orientasi jelas: membentuk kader yang ideologis, progresif, dan siap memimpin perubahan.
Sementara itu, Ketua Panitia BAD, Muhammad Nuzulul Farqi, menjelaskan bahwa materi-materi yang disampaikan dalam pelatihan ini terbagi dalam empat orientasi pokok, yaitu Ideologisasi Kader, Pembentukan Karakter Kader, Penguatan Komitmen Berorganisasi, dan Kesiapan Berdakwah dan Berkarya
Farqi menyebutkan bahwa materi pelatihan mencakup aspek keislaman dan ideologis seperti Manhaj Tarjih Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Islam Wasathiyah, hingga Tauhid sebagai Basis Gerakan. Selain itu, peserta juga dibekali wawasan kemuhammadiyahan, kepemimpinan, manajemen organisasi, dan strategi gerakan sosial serta digital.
Materi kontekstual juga tak luput disampaikan, seperti isu sosial-politik umat, ekonomi berbasis komunitas, serta peran strategis pemuda dalam pembangunan bangsa.
“Output BAD ini diharapkan melahirkan kader yang teguh secara ideologis, aktif dalam dakwah, mampu menjawab tantangan zaman, dan siap menggerakkan umat serta membangun masyarakat,” pungkas Farqi.
Dengan semangat kolektif dan visi kebangsaan yang kuat, BAD menjadi salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan kader Pemuda Muhammadiyah yang tak hanya cakap di dunia nyata, tetapi juga piawai di dunia maya—kader yang berpijak pada nilai, dan bergerak dengan visi perubahan. (fur)
