SURABAYA.KENDALMU.OR.ID. Hari libur tak menyurutkan semangat belajar dan berprestasi para siswa MI Muhammadiyah Mulyosari, Sukorejo, Kab. Kendal.
Terbukti, dalam ajang Olimpiade Nasional Topaz Global Education yang digelar di Graha Unnesa, Surabaya, pada Ahad (6/7/2025), para siswa berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan memboyong empat medali perunggu dari tiga cabang lomba yang diikuti.
Kegiatan olimpiade ini menjadi ajang kompetisi akademik tingkat nasional yang diikuti oleh 1.476 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Tiga bidang mata pelajaran dilombakan, yakni Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris, yang masing-masing terbagi dalam tiga level kompetensi.
Peserta terbagi sebagai berikut, 611 peserta bidang Matematika, 392 peserta bidang Sains, dan 473 peserta bidang Bahasa Inggris
Perlombaan berlangsung dari pukul 08.00 pagi hingga 12.45 siang, dibagi menjadi tiga sesi sesuai urutan mata pelajaran. Seluruh peserta mengikuti ujian dalam ruangan yang diawasi ketat oleh panitia.

Dari 9 siswa yang mewakili MI Muhammadiyah Mulyosari, 4 siswa berhasil meraih medali perunggu, yakni, Radif Gibrant Al Khalifi, medali perunggu Matematika Level 2, Naura Hassanal Baha, medali perunggu Sains Level 2, Abidzar Al-Ghifarie, medali perunggu Sains Level 3, dan Aqila Nindy Annaila, medali perunggu Sains Level 3
Kepala Madrasah, Taufikurahman, menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan dan pencapaian anak didiknya.
“Melalui ajang ini, kami ingin menggali potensi akademik siswa dan menumbuhkan rasa percaya diri mereka. Semoga ke depan, mereka lebih siap menghadapi tantangan di jenjang yang lebih tinggi maupun perlombaan lainnya,” jelas Taufikurahman.
“Dan alhamdulillah, kerja keras para siswa dan guru pendamping terbayarkan. Mereka rela mengorbankan waktu liburnya demi berlatih dan berkompetisi. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi anak-anak di masa depan,” ujarnya penuh haru.

Hal senada juga disampaikan oleh guru pendamping, Fitriani. Ia menegaskan bahwa prestasi para siswa membuktikan bahwa madrasah pun mampu bersaing dengan sekolah formal maupun nonformal dari seluruh Indonesia.
“Meski persaingannya berat, anak-anak kami mampu menunjukkan semangat dan daya juang luar biasa,” ujarnya.
Perjuangan para siswa tidaklah mudah. Waktu libur yang biasanya digunakan untuk bersantai justru mereka isi dengan latihan dan persiapan intensif bersama guru pembimbing. Semua dilakukan demi membawa harum nama madrasah tercinta.
Acara olimpiade ditutup pada pukul 18.00 waktu setempat dengan pengumuman pemenang, pembagian hadiah, dan sesi dokumentasi. Kemenangan ini menjadi pelecut semangat bagi MI Muhammadiyah Mulyosari untuk terus menorehkan prestasi di kancah nasional.
Di tengah libur panjang, para siswa MI Muhammadiyah Mulyosari telah membuktikan bahwa semangat belajar tak pernah mengenal kata libur. (dian)
Kontributor : Dian Nurhayati. Editor: Abdul Ghofur
