NGAMPEL, KENDALMU.OR.ID – Ratusan jamaah memadati halaman SDN Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, untuk melaksanakan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026).
Bertindak sebagai imam shalat, Ustaz Abdul Ghofur, dan khatib, Ustaz Wahyu Agus Yulianto.

Dalam khutbah, Ustaz Wahyu menekankan makna puasa Ramadan sebagai jalan menuju ketakwaan.
Ia menegaskan bahwa ibadah puasa memiliki keistimewaan tersendiri di sisi Allah SWT.
“Puasa Ramadan adalah ibadah yang balasannya langsung dari Allah, karena hanya Dia yang benar-benar mengetahui kualitas puasa seseorang,” tegasnya di hadapan jamaah.

Ia menambahkan, pahala orang yang berpuasa akan dilipatgandakan hingga 70 kali lipat.
Namun demikian, menurutnya, esensi utama puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan membentuk pribadi muslim yang bertakwa.
“Puncak dari puasa Ramadan adalah menjadikan kita pribadi-pribadi muslim yang bertakwa,” ujarnya.

Wahyu juga mengungkapkan bahwa kebahagiaan orang yang berpuasa tidak hanya dirasakan saat berbuka, tetapi juga saat kelak berjumpa dengan Allah SWT di akhirat.
“Di dunia kita hanya ‘bertemu’ Allah melalui shalat, tetapi di akhirat kita akan benar-benar berjumpa dengan-Nya untuk mendapatkan ampunan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak ditentukan oleh jabatan, kekayaan, warna kulit, maupun status sosial.
“Yang menjadi ukuran hanyalah kualitas ketakwaan,” katanya.

Ia menjelaskan, takwa bukan semata rasa takut kepada Allah, melainkan wujud cinta yang tulus kepada-Nya, yang tercermin dalam keikhlasan beribadah dan kesungguhan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Lebih lanjut, Wahyu mengingatkan bahwa orang-orang yang berpuasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan mendapatkan keistimewaan di akhirat, yakni masuk surga melalui pintu khusus bernama Ar-Rayyan.
“Pintu ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berpuasa karena Allah,” tegasnya.
Menurutnya, Allah tidak mengganti ibadah puasa dengan kenikmatan duniawi yang mewah, melainkan dengan balasan surga yang jauh lebih baik dari dunia dan seisinya.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Ia menyebut sejumlah waktu mustajab untuk berdoa selama Ramadan, seperti menjelang berbuka puasa, saat sahur atau sepertiga malam terakhir, ketika adzan, saat sujud dalam shalat, serta pada malam Lailatul Qadar.
Menutup khutbahnya, Wahyu mengajak seluruh jamaah untuk melakukan introspeksi diri atas ibadah yang telah dijalani selama bulan Ramadan.
“Momentum Idulfitri ini hendaknya menjadi titik awal untuk memperbaiki diri dan menjaga nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (red)
