KANGKUNG, KENDAL.OR.ID– Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH. Tafsir, menegaskan bahwa Sekolah Luar Biasa (SLB) ‘Aisyiyah Truko, Kangkung, Kab. Kendal merupakan bukti nyata komitmen Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terhadap gerakan kemanusiaan.
Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah dikenal dengan semangat Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO), sebuah gerakan yang tidak hanya mengurusi kesehatan, tetapi juga seluruh persoalan kemanusiaan.
“PKO adalah gerakan kemanusiaan Muhammadiyah, bukan rumah sakit walaupun sekarang terjadi penyempitan makna. PKO tidak hanya mengurusi orang sakit, tapi juga persoalan universal,” tegas Tafsir.
Pernyataan itu disampaikan usai meresmikan SLB ‘Aisyiyah Truko, Ahad (10/8/2025). Acara peresmian berlangsung khidmat dan hangat, ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, didampingi KH. Tafsir dan Wakil Ketua PDM Kendal, Romanto Pribadi.
Menurut Tafsir, SLB menjadi bagian penting dari misi PKO karena hadir untuk menolong manusia dalam kesulitan, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.
Keberadaan SLB ‘Aisyiyah di Truko ini diharapkan dapat memberi harapan baru bagi mereka yang memerlukan pendidikan khusus agar dapat mandiri dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Wakil Ketua PDM Kendal, Romanto Pribadi, mengaku bersyukur atas peresmian SLB ini. Ia optimistis sekolah tersebut akan berkembang pesat karena seluruh jajaran ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah Cabang Kangkung bekerja dengan penuh dedikasi.
Romanto juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, Muhammadiyah Kendal akan mendirikan Senior Care, sebuah panti untuk orang-orang sepuh.
“Senior Care didirikan untuk menghabiskan sisa-sisa hidup dengan tenang dan mendapatkan khusnul khotimah. Ini adalah wujud semangat Al-Ma’un yang menjadi roh gerakan kemanusiaan Muhammadiyah,” jelasnya.
Ketua PCM Kangkung, Junaedi, menegaskan bahwa SLB ‘Aisyiyah merupakan wadah tepat untuk pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.
Ia mengajak para orang tua untuk mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada lembaga yang memiliki fasilitas dan tenaga pendidik yang kompeten.
“Dengan berdirinya SLB ‘Aisyiyah ini, kami siap memberikan dukungan penuh. Kami juga berharap ada dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan Muhammadiyah Jawa Tengah,” ujarnya penuh harap.
Dengan semangat PKO yang terus menyala, Muhammadiyah membuktikan bahwa dakwah dan gerakan sosialnya tidak hanya berbicara di mimbar, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam keterbatasan.
SLB ‘Aisyiyah Truko kini menjadi bagian dari perjuangan panjang itu—membuka jalan bagi masa depan anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat belajar, berkembang, dan meraih mimpi. (fur)
