RINGINARUM.KENDALMU.OR.ID. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, KH. Ikhsan Intizam, kembali mensosialisasikan program unggulan PDM Kendal bertajuk ASHOI, akronim dari Al-Qur’an, Shalat, dan Infaq, dalam forum Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) I ‘Aisyiyah Kendal yang digelar Ahad (18/5/2025) di MI Muhammadiyah Caruban, Ringinarum.
Di hadapan anggota dan peserta Musypimda yang terdiri dari pimpinan cabang dan daerah ‘Aisyiyah se-Kabupaten Kendal, KH. Ikhsan mengawali sosialisasi program dengan penuh semangat lewat yel-yel bersama, “ASHOI: Al-Qur’an, Shalat, Infaq — Tidak Akan Merugi!”
Program ini, jelasnya, telah dicanangkan sejak Pengajian Akbar Ramadan di Wadas, Plantungan. Kini, ASHOI terus digulirkan dan diperluas cakupannya.
Forum Musypimda menjadi momentum strategis untuk menyampaikan secara langsung kepada para pimpinan ‘Aisyiyah agar turut menggerakkan program ini di lingkungan masing-masing.
“ASHOI bukan sekadar slogan. Ini adalah gerakan nyata untuk memperkuat budaya organisasi yang Islami, produktif, dan berkemajuan,” ujar KH. Ikhsan.

Ia menambahkan, ASHOI bertujuan menanamkan nilai-nilai Islam secara menyeluruh dalam kehidupan warga Muhammadiyah — baik secara pribadi, kolektif, maupun dalam amal usaha. Program ini diharapkan dapat melahirkan pribadi dan komunitas yang tidak hanya memahami Islam secara ritual, tapi juga menghidupkannya dalam aspek sosial dan ekonomi.
“Al-Qur’an, Shalat, dan Infaq adalah jalan terang menuju hidup yang lebih berkualitas secara spiritual dan sosial. Siapa pun yang menjalankannya secara istiqamah, akan mendapatkan janji-janji agung dari Allah,” tegasnya mengutip Surat Fathir ayat 29, sebagai landasan spiritual dari program ASHOI
‘اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka itulah yang mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah merugi.” (QS. Fathir: 29)
Menurutnya, ayat ini memuat tiga pilar utama ASHOI secara utuh: membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, menegakkan shalat, dan berinfaq. Ketiganya merupakan amal utama yang tidak hanya menyucikan jiwa, tapi juga memperkuat solidaritas sosial.
“Al-Qur’an adalah pelita hati. Siapa yang menjadikannya teman, hidupnya akan terarah dan jiwanya akan tenang,” tuturnya.
Sementara itu, shalat — khususnya secara berjamaah — menjadi fondasi keimanan yang membentuk integritas pribadi kader Muhammadiyah.
“Kalau shalatnya benar, insyaAllah akhlaknya juga akan lurus. Warga Muhammadiyah itu bukan hanya aktif secara organisatoris, tapi juga taat dalam ibadah,” imbuhnya.
Adapun infaq, dijelaskan sebagai simbol kepedulian dan ketulusan. KH. Ikhsan menekankan pentingnya infaq dilakukan baik secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi, sebagai wujud iman dan cinta terhadap sesama.
“Berbagi bukan karena kita berlebih, tetapi karena kita peduli dan beriman. ASHOI mengajak kita menanamkan semangat itu,” katanya.
Lebih jauh, KH. Ikhsan menegaskan bahwa janji Allah dalam ayat tersebut sangat jelas: siapa yang menjalankan tiga pilar ASHOI secara konsisten, akan memperoleh keuntungan yang tidak pernah rugi — perdagangan dengan Allah yang akan menghasilkan keberkahan di dunia dan ganjaran di akhirat.
“Di dunia, hidup jadi tenang dan penuh berkah. Di akhirat, insyaAllah kita dikaruniai surga. Itulah mengapa ASHOI adalah investasi terbaik, lebih dari sekadar program. Ini adalah gerakan spiritual yang menyatukan ibadah, pengabdian, dan kemanusiaan,” pungkasnya. (fur)
