BOJA, KENDALMU.OR.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kendal. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, terpilih menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam Short Training Course on Climate Action and Carbon Management for Educational Institutions yang digelar Kementerian Pendidikan Kerajaan Thailand pada 17–22 Agustus 2025 di Provinsi Nakhon Ratchasima.
Pelatihan bergengsi ini diikuti perwakilan dari 14 negara: China, Korea, Jepang, Thailand, Indonesia, Singapura, Filipina, Kamboja, Brunei, Malaysia, Laos, Vietnam, Timor Leste, dan Myanmar. Masing-masing negara mengirimkan satu peserta resmi yang dinominasikan langsung oleh pemerintahnya.
Fokus pelatihan adalah strategi aksi iklim—upaya mengurangi dampak perubahan iklim—serta pengelolaan karbon yang dapat diterapkan di lingkungan lembaga pendidikan.
Bagi Muhammadiyah, keikutsertaan ini juga menjadi bukti nyata pelaksanaan salah satu Key Indicator Program (KIP) menuju Muhammadiyah Go Internasional melalui International Class Program (ICP).
“Alhamdulillah, SMK Muhammadiyah 2 Boja melalui Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kendal mendapat kepercayaan untuk mengikuti program ini. Tahun ajaran 2025/2026, diharapkan ada sekolah di Kendal yang membuka program ICP. Di SMK Muhammadiyah 2 Boja, ICP ini kami awali dari kepala sekolah, lalu berlanjut ke guru dan siswa,” ujar Nur Khirin kepada kendalmu.or.id, Rabu (13/8/2025).
Nur Khirin menegaskan, target SMK Muhammadiyah 2 Boja bukan hanya unggul di tingkat daerah atau nasional, tetapi juga menembus level internasional.

Menurutnya, kunci ICP adalah kemampuan lingual, khususnya bahasa internasional, yang harus dikuasai guru dan siswa.
Ia memproyeksikan lima tahun ke depan akan ada “invasi” besar-besaran tenaga kerja asing di Indonesia. Karena itu, sekolahnya menyiapkan generasi muda yang berkarakter kuat, mobilitas tinggi, dan mampu berkomunikasi aktif dengan bahasa internasional.
“Kami ingin guru dan siswa tidak hanya unggul lokal, tapi juga siap bersaing global. ICP ini bekal menuju daya saing internasional,” tegasnya.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kendal, Inu Indarto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Nur Khirin. Ia menyebut kesempatan ini sebagai percepatan ICP yang menjadi target setiap daerah.
ICP memiliki tiga kategori—silver, platinum, dan gold. Kategori silver adalah tahap rintisan, dengan pembelajaran berbahasa Inggris dan kurikulum internasional untuk mata pelajaran matematika, bahasa Inggris, dan sains teknologi. Predikat gold diraih bila kepala sekolah, guru, dan siswa menguasai sistem pembelajaran luar negeri, sudah menjalin kerja sama internasional, serta memiliki pengalaman pelatihan di luar negeri.
“SMK Muhammadiyah 2 Boja kami tunjuk bersama SMP Muhammadiyah 1 Weleri dan SD Muhammadiyah Purin untuk menjalankan ICP. Sejak dipimpin Pak Nur Khirin, sekolah ini melonjak pesat prestasi, jumlah siswa, dan kualitas manajemennya,” puji Inu.
Tahun ajaran 2025/2026, SMK Muhammadiyah 2 Boja mencatat 625 siswa baru dengan total 1.479 peserta didik. Sekolah ini memiliki enam jurusan: Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Tata Busana, Teknik Audio Visual (TAV), Perbankan Syariah, dan jurusan baru Teknik Sepeda Motor (TSM).
Dengan langkah internasional yang sudah dimulai, SMK Muhammadiyah 2 Boja siap menjelma menjadi ikon pendidikan Muhammadiyah Kendal yang berorientasi global, berwawasan lingkungan, dan berdaya saing tinggi. (fur)
