MALANG.KENDALMU.OR.ID. Kejuaraan Dunia Tapak Suci ke-2 resmi dibuka dengan penuh semangat dan kebanggaan pada Jumat, 1 Agustus 2025 di GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Malang.
Ajang bergengsi ini menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi Tapak Suci Putera Muhammadiyah, tetapi juga bagi dunia pencak silat internasional.
Dilansir laman muhammdiyah.or.id, perhelatan akbar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy, dan Ketua Umum Tapak Suci Putera Muhammadiyah Afnan Hadikusumo.
Dalam sambutannya, Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa kejuaraan ini diikuti oleh 763 peserta dari 24 negara, mencerminkan semakin meluasnya pengaruh dan kiprah Tapak Suci di kancah internasional.
Muhadjir, yang telah mengenal Tapak Suci sejak tahun 1975 di Kota Malang, tak dapat menyembunyikan rasa bangganya.
“Berbanggalah kalian yang menjadi bagian dari Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Tapak Suci bukan sekadar seni bela diri, tapi bagian dari perguruan silat Indonesia yang mengedepankan akhlak, disiplin, dan kekuatan jiwa,” ujarnya penuh semangat.
Keistimewaan acara ini tak berhenti di situ. Dalam seremoni pembukaan, Menteri Abdul Mu’ti dikukuhkan sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci, sebuah penghormatan tinggi yang disambut dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Dalam pidatonya, Mu’ti mengingatkan pentingnya membangun generasi beriman dan berakhlak mulia.
“Kita memiliki integritas dan tanggung jawab bersama untuk melahirkan generasi kuat—kuat iman, kuat akhlak, kuat ilmu, dan kuat mental. Dengan kekuatan itulah, kita melanjutkan perjuangan dakwah Muhammadiyah ke seluruh penjuru dunia,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa motto Tapak Suci “Dengan iman dan akhlak kita menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak kita menjadi lemah” harus menjadi pegangan dalam setiap langkah kader. Menurutnya, Tapak Suci bukan hanya olahraga, tetapi juga sarana pembentukan karakter berbasis olah pikir, olah rasa, dan olah hati.
“Tapak Suci telah menjadi duta Muhammadiyah, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Perannya tidak hanya membentuk fisik yang tangguh, namun juga kepribadian yang berintegritas,” tambah Mu’ti.
Sementara itu, Ketua Umum Tapak Suci, Afnan Hadikusumo, menegaskan bahwa keberhasilan kejuaraan ini adalah hasil dari kerja keras dan konsistensi dalam membina kader dan atlet yang berkualitas.
“Muktamar Tapak Suci telah mengamanatkan peningkatan kualitas kader dan atlet. Maka, kami susun peta jalan untuk mencetak atlet yang tangguh, siswa yang berkarakter, dan mempertahankan nilai-nilai luhur yang menjadi tradisi Tapak Suci,” ungkapnya.
Kejuaraan Dunia Tapak Suci ini bukan hanya ajang kompetisi antar pesilat, melainkan juga panggung dakwah dan pemersatu budaya. Melalui semangat sportivitas dan nilai-nilai Islam yang luhur, Tapak Suci terus meneguhkan eksistensinya sebagai pelopor pembinaan generasi muda yang kuat lahir dan batin—baik di Indonesia maupun dunia internasional.
