SUKOREJO.KENDALMU.OR.ID. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Patean Kab. Kendal, Ustad Sumanto mengungkap 3 perkara yang menjadi fondasi umat Islam, yaitu bertaqwa, beriman dan beribadah kepada Allah Swt.
“Namun tidak semua umat Islam menyadari akan kewajibannya. Islam hanya sebagai identitas saja. Dalam hal beribadah baik mahdhah atau ghairu mahdhah masing sering diabaikan,” ujar Ustadz Sumanto, Sabtu pagi (15/3/2025) di aula MI Muhammadiyah Mulyosari. Sukorejo.
Menurutnya, terabaikannya ke 3 fondasi tersebut karena kurangnya kesadaran dalam diri, dan tidak adanya fondasi yang kuat dalam diri sebagai umat Islam.
Dia menegaskan, fondasi yang paling utama adalah Syahadat, mengakui bahwa hanya Allah Tuhan yang patut kita sembah, tidak meyakini ada tuhan yang lainya.
“Allah, sebagai Tuhan yang Maha Esa, memiliki sifat-sifat yang sempurna dan mutlak, sehingga patut untuk disembah,” tegasnya.
Ustadz Sumanto juga mengatakan, syahadat seseorang bisa batal karena mengaku ada Tuhan selain Allah, mengakui nabi lain selain Nabi Muhammad, serta menolak syariat.
“Ketiga hal itu membatalkan syahadat.” tegasnya lagi.
Fondasi yang kedua, kata dia adalah menegakkan Sholat 5 waktu.

“Sholat merupakan tiang agama, maka apabila umat Islam sengaja meninggalkan sholat maka akan runtuh agama Islam. Apabila manusia terlalu disibukkan dengan dunianya, sementara ada kewajiban yang harus dilaksanakan, maka dia termasuk orang-orang yang merugi,” terangnya.
Dia melanjutkan, fondasi yang ketiga adalah Puasa Ramadan sebagai salah satu kewajiban seorang muslim yang memenuhi syarat.
“Puasa Ramadhan merupakan perintah bagi orang-orang yang beriman, namun faktanya tidak semua umat Islam melaksanakan puasa tanpa alasan syar’i,” ujarnya.
Menurut Ustadz Sumanto, ibadah puasa merupakan perintah dari Allah bagi orang-orang yang beriman, dan pahalaya langsung dari Allah Swt. Orang yang menyadari akan kewajiban untuk beribadah kepada Allah, puasa sebagai bukti bagi orang yang bertakwa.
“Namun tidak semua umat Islam mampu menjalankan ibadah puasa, bisa jadi karena beratnya pekerjaan atau kurangnya kesadaran dalam diri, dan tidak adanya fondasi tentang keislaman,” ujarnya lagi.
Dia berpesan sebagai umat Islam,kita harus berpegang teguh kepada tali Allah, yaitu agama Allah, kita harus memiliki fondasi yang kuat dalam diri, agar kita tidak menjadi umat yang merugi.
“Menjadi Islam tidak hanya sebagai Islam KTP saja, tapi benar-benar umat Islam yang sesungguhnya,” pungkasnya. (dian)
Kontributor : Dian Nurhayati
Editor : Abdul Ghofur
