ROWOSARI. KENDALMU.OR.ID. Upaya menanggulangi stunting tak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antar elemen masyarakat, terutama dari kalangan muda dan perempuan.
Dalam semangat kolaborasi tersebut, tim pengabdi dari Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (Umkaba) yang tergabung dalam program Hibah RisetMu Batch VIII menginisiasi sebuah kegiatan bertajuk “Jogo Konco Atasi Stunting melalui Program PASHMINA (Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah)”.
Bersama Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, mereka menggelar pelatihan kader dan demonstrasi pembuatan MP-ASI sehat berbentuk finger food.
Kegiatan ini menyasar remaja dan ibu muda sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting berbasis komunitas.
Program PASHMINA menghadirkan pendekatan yang unik dan menyentuh akar persoalan. Melalui kader ‘Jogo Konco’, PASHMINA menempatkan remaja perempuan sebagai agen perubahan yang diberdayakan untuk menyebarkan edukasi gizi seimbang, pentingnya 8.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta mengenali gejala stunting sedini mungkin.
Pelatihan intensif diikuti oleh 10 kader terpilih dari Nasyiatul Aisyiyah Rowosari. Selama kegiatan, para peserta dibekali materi oleh dosen Prodi Gizi Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA), khususnya dari bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Materi disampaikan secara aplikatif, dengan fokus pada teknik penyuluhan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan mereka.
Tak hanya teori, pelatihan yang berlangsung pada Selasa (29/7/2025) di SMP Muhammadiyah 11 Rowosari dilanjutkan dengan praktik langsung berupa demonstrasi pembuatan MP-ASI sehat. Para peserta diajak meracik finger food berbahan pangan lokal yang mudah didapat namun padat gizi, seperti ubi, tempe, telur, dan sayuran. Olahan ini dirancang untuk menunjang tumbuh kembang optimal anak usia 6–24 bulan, sekaligus menyesuaikan selera anak-anak agar lebih mudah diterima.
Ketua tim pelaksana, Ardian Candra Mustikaningrum, S.KM., M.Gizi., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan upaya menumbuhkan ketangguhan komunitas dalam mengatasi stunting secara mandiri.

“Melalui pendekatan jogo konco, kita ingin menciptakan semangat saling menjaga antar warga—khususnya remaja dan ibu muda—agar peduli terhadap tumbuh kembang anak-anak di lingkungan mereka. PASHMINA adalah jembatan yang menghubungkan semangat pelayanan remaja dengan kebutuhan nyata masyarakat,” jelas Ardian.
Ketua PCNA Rowosari, Imroatussa’adah juga menyambut baik kolaborasi ini. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi pemantik semangat bagi kader Nasyiah lainnya untuk semakin aktif dalam isu-isu kesehatan masyarakat, terutama di tingkat desa dan kelurahan.
“Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat peran perempuan muda dalam pembangunan kesehatan keluarga. Kami optimis, ke depan kader-kader Nasyiah bisa menjadi ujung tombak dalam menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat berbasis riset yang didukung oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah. Melalui skema Hibah Riset Muhammadiyah Batch VIII tahun 2025, inisiatif ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain, terutama dalam lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Dengan semangat Jogo Konco, para perempuan muda diajak untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku utama dalam mencegah stunting dan membangun masa depan yang lebih sehat untuk generasi berikutnya.
