KANGKUNG, KENDALMU.OR.ID – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal menggelar Sosialisasi Juru Sembelih Halal dan Penanganan Daging Sehat, Aman, Utuh, dan Halal menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan berlangsung di peternakan kambing dan domba Bumi Ijo, Desa Truko, Kecamatan Kangkung.
Pelatihan tersebut diikuti perwakilan organisasi masyarakat Islam dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kendal, mulai dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama hingga Rifaiyah.
Kegiatan itu digelar sebagai upaya memperkuat pemahaman tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam sekaligus memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, pelatihan juru sembelih halal menjadi langkah penting untuk memastikan proses kurban berjalan sesuai ketentuan agama dan standar kesehatan pangan.
“Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat tidak hanya harus sehat, aman, dan utuh, tetapi juga dipastikan disembelih sesuai syariat Islam oleh juru sembelih yang taat dan memahami tata cara penyembelihan halal,” tegasnya.

Menurut Pandu, para peserta diharapkan mampu menjadi juru sembelih halal yang kompeten di wilayah masing-masing saat pelaksanaan Iduladha nanti.
Sementara itu, juru sembelih halal, Sony Handoko menjelaskan, seorang juru sembelih wajib beragama Islam, taat beribadah, serta memahami teknik penyembelihan sesuai syariat.
“Ketika akan menyembelih harus diawali dengan menyebut nama Allah, kemudian memastikan tiga saluran terputus, yakni saluran makan, saluran napas, dan saluran darah,” ujarnya.
Sony menegaskan, ibadah kurban bukan sekadar proses penyembelihan hewan, melainkan bentuk ketaatan dan keikhlasan kepada Allah SWT.
“Yang sampai kepada Allah bukan hewan kurbannya, tetapi niat ikhlas dan ketakwaan kita,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan animal welfare dalam penyembelihan hewan kurban, seperti menggunakan pisau yang sangat tajam, tidak mengasah pisau di depan hewan, mengurangi rasa sakit seminimal mungkin, serta tidak memperlihatkan proses penyembelihan kepada hewan lain.
“Hewan juga harus diperlakukan dengan baik agar proses kurban berjalan sesuai syariat dan tetap manusiawi,” pungkasnya.(fur)
