KENDAL, KENDALMU.OR.ID. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kendal sejak Rabu (14/1/2026) sore menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Kendal pada Kamis (15/1/2026). Banjir kembali melanda kawasan langganan akibat luapan Sungai Kendal yang tidak mampu menampung debit air.

Luapan sungai menggenangi permukiman warga yang berada di bantaran sungai. Sejumlah kelurahan terdampak banjir di antaranya Trompo, Sijeruk, Kalibuntu, Kebondalem, Langenharjo, Patukangan, Pekauman, Balok, Bandengan, hingga Karangsari. Ketinggian air bervariasi, mulai dari belasan sentimeter hingga mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik.
Selain permukiman warga, banjir juga merendam jalur Pantura Kota Kendal. Genangan air terjadi di depan kawasan pertokoan Sama-sama dan di depan Gedung DPRD Kendal. Kondisi ini sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas kendaraan, terutama pada pagi hari saat aktivitas warga mulai meningkat.
Salah seorang warga Kelurahan Pekauman, M. Slamet, mengaku meski rumahnya belum terdampak banjir, ia tetap diliputi kekhawatiran seiring intensitas hujan yang semakin meningkat.
“Rumah saya memang belum kemasukan air, tapi kalau hujan terus seperti ini kami tetap waswas. Biasanya kalau Sungai Kendal sudah penuh, air cepat meluap,” ujar Slamet, Kamis petang (15/1/2025)
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah antisipasi untuk mencegah banjir meluas, terutama dengan normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase.
“Kami berharap ada penanganan yang lebih serius supaya banjir tidak terus berulang setiap tahun. Paling tidak air bisa cepat surut dan warga bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Slamet mengungkapkan banjir di kawasan Kota Kendal merupakan kejadian yang hampir selalu berulang setiap tahun, terutama saat hujan deras berlangsung cukup lama.
“Setiap tahun pasti seperti ini. Kalau hujan deras dan lama, Sungai Kendal meluap dan jalan Pantura ikut tergenang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kendal, Muntoha, mengatakan hingga Kamis siang pihaknya belum menerima permintaan pendirian dapur umum dari warga maupun pemerintah kelurahan yang terdampak banjir.
“Belum ada permintaan pendirian dapur umum. Kondisi banjir saat ini masih relatif terkendali dan sebagian wilayah mulai surut,” tegas Muntoha.
Meski demikian, Dinas Sosial tetap menyiagakan personel dan terus berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan serta instansi terkait untuk memantau perkembangan di lapangan.
“Kami tetap siaga. Jika kondisi memburuk dan ada permintaan, dapur umum dan bantuan logistik siap kami kerahkan,” pungkasnya.
Pemerintah daerah mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Kendal untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. (fur)
