PURIN, KENDALMU.OR.ID – Halalbihalal Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Purin, Kamis (26/3/2026), tidak berhenti pada seremoni.
Momentum Idulfitri 1447 Hijriah ini langsung dikonversi menjadi langkah strategis: wakaf senilai Rp230 juta dipastikan untuk pembangunan masjid, menandai akselerasi penguatan amal usaha di tingkat cabang.
Kegiatan yang diikuti jajaran pimpinan, organisasi otonom (ortom), serta guru dan pegawai SD Muhammadiyah Purin itu berlangsung dalam suasana hangat, namun sarat penegasan arah gerakan.

Selain silaturahmi, forum ini menjadi titik konsolidasi dakwah sekaligus pengambilan keputusan konkret.
Kepala SD Muhammadiyah Purin, Akhmad Sofi Irwanto, menyebut kepercayaan menjadikan sekolahnya sebagai tuan rumah sebagai bagian dari penguatan sinergi internal.
“Halalbihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum memperkuat ukhuwah Islamiah dan menyatukan langkah menuju tujuan bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, institusi pendidikan Muhammadiyah di Purin terus didorong beradaptasi dengan inovasi pembelajaran, tanpa meninggalkan nilai ideologis persyarikatan.
Langkah ini dinilai penting untuk menopang keberlanjutan amal usaha di tengah tantangan zaman.
Sorotan utama datang dari Ketua PCM Purin, Nashron.

Ia mengungkapkan, pada sepuluh hari terakhir Ramadan, pihaknya menerima wakaf berupa tanah dan bangunan rumah dengan nilai sekitar Rp230 juta.
“Ada pihak yang membeli rumah dan tanah senilai Rp230 juta, lalu diwakafkan kepada Muhammadiyah Purin,” ungkapnya.
Secara strategis, wakaf tersebut dinilai menjawab kebutuhan mendesak PCM Purin yang selama ini belum memiliki masjid sebagai pusat aktivitas ibadah dan dakwah.

“Ini akan kita wujudkan menjadi rumah Allah. Ini keputusan bersama dan menjadi prioritas,” tegas Nashron.
Ia menekankan, pengelolaan wakaf harus bergerak cepat agar tidak kehilangan momentum.
Dalam konteks yang lebih luas, percepatan realisasi ini juga mencerminkan upaya Muhammadiyah memperkuat basis pelayanan umat melalui infrastruktur keagamaan.
“Kita tidak boleh menelantarkan wakaf. Ini amanah besar yang harus segera diwujudkan menjadi manfaat nyata,” tandasnya.
Lebih jauh, Nashron mengajak seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah untuk terlibat aktif dalam tahap pembangunan berikutnya.
Partisipasi publik, terutama melalui infak pasca-Lebaran, dinilai krusial untuk mempercepat realisasi masjid.

“Kami mengajak semua pihak berkontribusi. Ini bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga pembangunan peradaban,” ujarnya.
Sementara itu, Ustaz Rifqi Ainul Haq dalam tausiahnya menegaskan dimensi sosial Idulfitri sebagai fondasi gerakan kolektif.
“Idulfitri adalah ruang untuk membersihkan hati, saling memaafkan, dan membangun kembali harmoni sosial,” tegasnya.
Dengan perpaduan antara konsolidasi internal, penguatan nilai, dan langkah konkret pembangunan,
Halalbihalal PCM Purin tahun ini menegaskan arah baru: tradisi dirawat, tetapi gerakan dipercepat untuk menghadirkan manfaat nyata bagi umat.(fur)
