WELERI.KENDALMU.OR.ID. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng, KH. Tafsir mendukung penuh program unggulan PD Muhammadiyah Kendal dengan tiga kata kunci akronim Ashoi (Al qur’an, Sholat berjamaah, dan menunaikan Infaq)
Dukungan tersebut disampaikan saat deklarasi Ashoi di sela-sela acara halal bihalal Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) PD Muhammadiyah, Kamis (24/4/2025) di SMK Muh 3 Weleri, Kendal.
Deklarasi dilakukan dengan membacakan ‘Deklarasi Bersama Gerakan Ashoi’ dipandu oleh Kepala SD, MI, MTs, SMP, SMA, MA, SMK, TPQ, dan MADIN Muhammadiyah di Kab. Kendal yang ditirukan oleh seluruh tamu undangan.

Di hadapan ribuan guru, pegawai, dan ustadz Muhammadiyah se Kab. Kendal, Kyai Tafsir mengapresiasi gerakan Ashoi.
“PWM Jawa Tengah mengapresiasi setinggi-tingginya atas gerakan Ashoi oleh PDM Kendal,” kata Kyai Tafsir.
Menurutnya, gerakkan tersebut merupakan amunisi dalam Islam. Ibarat kita perang memerlukan amunisi.

“Amunisi dalam Islam ada dua, yaitu ruhaniah dan jasmaniah. Amunisi ruhaniah adalah sholat dan membaca Al qur’an. Sedangkan amunisi jasmaniah, infaq atau zakat,” terangnya.
Lebih jelas dikatakan, amunisi tersebut sebagai bekal Muhammadiyah dalam berkompetisi, khususnya di Kendal melalui sekolah, dan amal usaha Muhammadiyah lainnya sehingga bisa mencapai kemenangan.
Itulah makna fastabiqul khairat, ujar Kyai Tafsir, yang tidak sekedar berlombaq-lomba dalam kebaikan, tetapi jadilah pemenang. Jadilah yang terdahulu, jangan menjadi orang yang didahului.

“Jangan menjadi kelompok yang masbuk, didahului orang lain, dan masbuk tidak hanya dalam kontek shalat, tetapi juga dalam banyak hal kebaikan. Sekolah-sekolah Muhammadiyah jangan sampai masbuk, kemajuannya didahului oleh orang lain. Sebelum sekolah lain maju, kita sudah maju dahulu, dan ketika sekolah lain maju, kita lebih dari maju. Itulah idealnya,” jelasnya.
Kyai Tafsir berharap melalui gerakan Ashoi ini sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kendal lebih unggul, kuat dan diminati masyarakat.

“Lebih dari itu keluarga besar sekolah Muhammadiyah di Kendal dari sisa-siswinya, guru dan pegawainya menjadi manusia-manusia kuat aqidahnya, mulia akhlaqnya, dan sejahtera karena infaqnya,” pintanya.
Sementara itu Ketua PDM Kendal, KH. Ikhsan Intizam mengatakan gerakan Ashoi sudah dilaunching 22 Maret lalu di Plantungan dalam acara pengajian akbar Ramadan 1446 H.
Ashoi dilaunching karena keprihatinan Muhammadiyah Kendal kepada masyarakat yang sebagian besar belum bisa membaca Al qur’an, belum maksimalkan melaksanakan sholat berjamaah, dan minimnya orang-orang Islam yang menunaikan infaq, terlebih zakat. Ketiganya merupakan perintah langsung dari Allah dalam Al qur’an Surat Fathir ayat 29:
‘اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ
Artinya : ‘Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi,’
Ayat tersebut, kata Ustadz Ikhsan menjadi inspirasi karena Allah menjanjikan tidak pernah rugi kalau ketiganya dilaksanakan dengan konsisten.
“Kami sebagai Muhammadiyah mengajak kepada masyarakat agar tidak merugi, karena Allah berjanji memberi anugerah apabila ketiganya dilaksanakan,” tegasnya.

Menurut Ustadz Ikhsan, ketiga hal itu tidak sekedar ajakan, tetapi sebagai gerakan bersama yang berimbas kepada seluruh jamaah Muhammadiyah, masyarakat muslim di Kab. Kendal, dan sekitarnya.
“Program Ashoi sangat mulia dan insya Allah segera digerakkan ke seluruh lini Muhammadiyah, dari AUM pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan semua struktural Muhammadiyah Kendal,” harapnya.
Sedangkan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kendal, Inu Indarto mengatakan halal bihalal sebagai momentum gerakkan mengamalkan Ashoi yang telah dicanangkan oleh PDM Kendal.
“Gerakan Ashoi di Majelis Dikdasmen dan PNF dilakukan secara Sistematis, Terstruktur, dan Masif yang melibatkan seluruh sekolah, madrasah dan pendidikan non formal, seperti TPQ, dan Madin milik Muhammadiyah,” kata Inu.
Dijelaskan, Sistematis artinya Kepala Sekolah akan melakukan deklarasi di satuan pendidikan masing-masing yang diikuti oleh siswa, guru, karyawan, wali murid, dan masyarakat. Terstruktur bermakna Gerakan ASHOI akan terintegrasi dalam kurikulum, pemelajaran, dan asesmen. Masif artinya Gerakan ASHOI wajib dilaksanakan di seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kendal.
Dan di akhir tahun 2025 Implementasi Gerakan ASHOI akan dilombakan.

“Jadi Ashoi digerakkan dengan catatan, bagaimana membaca Al qur’an, sholat jamaah dan infaq di setiap sekolah dan madrasah,” ujarnya.
Inu Indarto berharap dengan Ashoi hidupnya dibimbing oleh Allah, mendapat keberuntungan dan keberkahan.
“Mereka menjadi profil ideal yang mempresentasikan nilai-nilai Alqur’an. Inilah generasi Qur’ani,” (fur)
