KENDAL, KENDALMU.OR.ID – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, KH. Ikhsan Intizam, secara resmi mengukuhkan jajaran Pengurus dan koordinator penggerak Gerakan Al-Qur’an, Sholat, dan Infaq Muhammadiyah (ASHOI-MU) Kendal pada Rabu (20/8/2025) di lantai 3 Gedung Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (Umkaba).
Sebanyak lebih dari 90 pengurus dan koordinator dari berbagai lini Muhammadiyah Kendal, mulai dari Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (MTPCM), Amal Usaha Kesehatan (AUMKes), AUM Pendidikan, hingga Ortom Daerah, ditetapkan sebagai motor penggerak program tersebut.
Ikhsan Intizam menegaskan, gerakan ASHOI hadir sebagai jawaban atas tantangan moral dan sosial umat Islam saat ini.

“Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, sholat sebagai tiang agama, dan infaq sebagai bentuk solidaritas sosial merupakan tiga pilar utama. Bila ditegakkan bersama, akan melahirkan umat yang kuat secara ruhani dan tangguh menghadapi zaman,” ujarnya.
Menurut Ustadz Ikhsan, Gerakan ASHOI bukanlah sekadar program seremonial, melainkan sebuah upaya integratif untuk menghidupkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, siapa saja yang istiqomah melaksanakan ASHOI tidak akan merugi, baik di dunia maupun di akhirat, karena Allah SWT sendiri yang memberikan jaminan atas amal tersebut.
Lebih lanjut, Ustadz Ikhsan mengingatkan bahwa sebelum melaksanakan gerakan ASHOI, pengurus dan koordinator perlu terlebih dahulu mengkaji dengan sungguh-sungguh Surat Fathir ayat 29.
Kajian itu bukan hanya sekadar membaca, tetapi juga mendalami makna perkata, tafsir hingga tuntunan nahwu-shorofnya. Dengan begitu, gerakan ASHOI tidak lahir dari keinginan pribadi, melainkan benar-benar berlandaskan perintah Allah SWT.
“Gerakan ini mendorong umat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, mencintai masjid, dan terbiasa berinfaq setiap hari,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan ASHOI Muhammadiyah Daerah Kendal, Ustadz Romanto Pribadi, menekankan tiga pokok amalan yang menjadi ruh ASHOI. Pertama, A (Al-Qur’an), membiasakan tilawah, tadabbur, dan mengamalkan nilai-nilai Qur’ani. Kedua, S (Sholat), menegakkan sholat berjamaah dan membangun disiplin ibadah. Ketiga, I (Infaq), membudayakan kepedulian sosial dan kedermawanan.
“Allah menyebut tiga amal ini sebagai jalan menuju perdagangan yang tidak akan merugi. Tilawah harian adalah terapi ruhani, tadabbur membawa pemahaman kontekstual, sementara infaq menguatkan solidaritas sosial umat,” jelas Romanto.
Ia menambahkan, gerakan ini diharapkan membentuk masyarakat Muslim yang berkarakter Qur’ani, disiplin dalam ibadah, serta gemar berbagi.
“ASHOI harus menjadi budaya kolektif warga Muhammadiyah, bukan sekadar program jangka pendek. Dari masjid, rumah, hingga lingkungan, inilah poros kebangkitan umat, dengan menjalankan 3 kebiasaan tersebut Allah akan sempurnakan pahala kita, dan akan menambahkan karunia-Nya kepada kita, hal ini Allah tegaskan di ayat 30 dari Surah Fatir” tegasnya.

Usai pengukuhan, para koordinator ASHOI mengikuti bimbingan teknis yang menekankan tugas utama mereka, yaitu mengajak warga terlibat dalam Gerakan ASHOI, mendampingi serta memfasilitasi kegiatan seperti halaqah, kampanye jamaah shalat subuh, dan pengelolaan kotak infaq. Mereka juga ditugasi memantau, mencatat, serta melaporkan perkembangan kegiatan secara mingguan dan bulanan kepada pengurus ranting atau cabang.
Pengukuhan para koordinator dan bintek tersebut, Muhammadiyah Kendal menegaskan komitmennya menjadikan ASHOI-MU sebagai gerakan pencerahan yang menyentuh langsung kehidupan jamaah. Harapannya, nilai-nilai Al-Qur’an, sholat, dan infaq benar-benar membumi, menjadi karakter, sekaligus benteng spiritual umat di era penuh tantangan.
