YOGYAKARTA, KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah melalui Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) menggelar Private Screening film dokumenter Siti Walidah, Kamis (28/8), di Amphitheater Museum Muhammadiyah.
Pemutaran terbatas ini dihadiri kalangan tertentu dan menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan jejak perjuangan tokoh perempuan Muhammadiyah tersebut.
Ketua PP Aisyiyah, Siti Aisyah, menyampaikan bahwa film ini merupakan hasil proses panjang LSBO dalam merumuskan sekaligus mendokumentasikan biografi Siti Walidah, baik dalam bentuk film maupun buku. Menurutnya, dokumentasi ini penting agar kisah perjuangan Nyai Walidah tidak hilang ditelan zaman.
“Tradisi lisan berkembang terus menerus. Karena itu, mumpung saksi sejarah masih ada dan ingatan mereka masih kuat, kiprah Siti Walidah harus ditulis dan didokumentasikan,” ungkap Aisyah sebagaimana dikutip dari muhammadiyah.or.id.
Ia menegaskan, perjalanan dakwah Nyai Walidah mencerminkan nilai luhur yang bisa menjadi teladan generasi kini.
“Jihad Nyai Walidah itu bukan lil-mu’aradhah, tapi lil-muwajjahah. Yaitu melayani umat yang ada di daerah-daerah. Jangan sampai urusan dapur menjadi penghalang untuk kegiatan bermasyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua LSBO PP Aisyiyah, Widiyastuti, menjelaskan bahwa film dokumenter ini disutradarai oleh Yusron Fuadi dan menjadi persembahan spesial untuk Milad Aisyiyah ke-108.
Film ini merupakan pengembangan dari buku biografi karya Suratmin, namun diperkaya dengan pembaruan fakta, dokumen, serta memori politik yang sebelumnya belum banyak diungkap.
“Harapannya, film dokumenter Siti Walidah bisa tayang di seluruh Indonesia bahkan menembus kancah internasional. Siti Walidah bukan hanya milik Aisyiyah atau Muhammadiyah, melainkan juga milik bangsa Indonesia dan layak dikenal dunia karena keistimewaannya,” ujar Wiwid.
Ia juga mengingatkan kembali pesan penting dari tradisi lisan Nyai Walidah: “Perempuan jangan berjiwa kerdil, tetapi berjiwa srikandi.”
Menurutnya, film ini akan menjadi pengingat bahwa peran perempuan tidak terbatas pada ranah domestik, tetapi juga strategis di ruang publik.
Dengan pemutaran perdana ini, Aisyiyah berharap literasi sejarah mengenai sosok Siti Walidah semakin meluas, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi perempuan Indonesia untuk terus berkiprah bagi umat dan bangsa.
