WELERI, KENDALMU.OR.ID – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Muhammadiyah Kendal menggelar Seminar dan Pelatihan Edudeep 2025, sebuah forum pengembangan kompetensi yang digagas khusus untuk guru SMP Muhammadiyah. Sabtu (27/9/2025) di SMP Muhammadiyah 1 Weleri.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional sekaligus memperkuat kemampuan pedagogis para pendidik Muhammadiyah.
Dengan semangat yang terinspirasi dari Surat Ali Imran ayat 110 tentang amar ma’ruf nahi munkar, guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menuntun generasi muda ke arah kecerdasan dan akhlak mulia melalui pendidikan yang inovatif dan bermakna.
Ketua MKKS SMP Muhammadiyah Kendal, Dwi Puji Rahayu, menegaskan bahwa pelaksanaan Seminar dan Pelatihan Edudeep 2025 merupakan salah satu wujud nyata komitmen MKKS dalam mengawal peningkatan mutu pendidikan di SMP Muhammadiyah se Kab. Kendal.
“Acara ini bagian dari program kerja MKKS yang kami rancang untuk mewujudkan guru-guru SMP Muhammadiyah di Kendal yang lebih berkualitas, profesional, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya sekadar forum berbagi ilmu, tetapi juga wadah membangun semangat kolektif di antara para guru agar dapat berinovasi dalam mendidik.
“Kami ingin guru-guru Muhammadiyah tidak hanya cakap dalam mengajar, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan teladan bagi peserta didik. Dengan begitu, SMP Muhammadiyah di Kendal dapat semakin dipercaya masyarakat sebagai sekolah yang unggul dan berkarakter,” ujarnya
Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kendal, Sutadi menekankan bahwa guru Muhammadiyah harus terus mengasah keterampilan dan kompetensinya agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang semakin cepat.

“Guru tidak boleh berhenti belajar. Tantangan dunia pendidikan terus berubah, dan jika kita tidak menyiapkan diri, maka kita akan tertinggal. Karena itu, guru harus terus mengasah keterampilan pedagogis, teknologi, dan kepemimpinan kelas,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan guru yang mumpuni tidak hanya akan berdampak pada kualitas pembelajaran, tetapi juga pada daya saing sekolah Muhammadiyah di tengah persaingan pendidikan yang semakin ketat.
“Kalau guru-guru Muhammadiyah terus berkembang, maka sekolahnya juga akan maju. Dari situlah akan lahir generasi muda yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi masa depan,” imbuh Sutadi.
Seminar ini menghadirkan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Achmad Muhammad sebagai narasumber tunggal yang menekankan bahwa perubahan citra sekolah tidak bisa dilakukan satu pihak saja.
“Revolusi sekolah yang baik harus lahir dari kerja sama semua unsur—guru, karyawan, kepala sekolah, komite, pengawas, hingga majelis Dikdasmen, baik cabang maupun daerah. Semua harus saling mendukung, bukan menjatuhkan,” tegasnya.
Yang membuat pelatihan ini terasa hidup adalah gaya penyampaian interaktif narasumber. Peserta diberi kesempatan menjawab pertanyaan langsung, bahkan mendapatkan apresiasi berupa reward atas partisipasi aktif mereka. Suasana pelatihan pun menjadi serius namun tetap cair, penuh canda dan semangat belajar bersama.
Melalui Edudeep 2025, guru Muhammadiyah Kendal diharapkan semakin solid dan profesional, siap melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, serta berdaya saing di era modern.
Kontributor: Dian Widiyanti
