KENDAL. KENDALMU.OR.ID. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengukuhkan para Bunda Literasi tingkat kecamatan yang terdiri dari istri para camat se-Kabupaten Kendal, Senin sore (26/5/2025).
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di area outdoor Gedung Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Kendal, disaksikan langsung oleh seluruh camat dan para pejabat daerah.
Para Bunda Literasi ini dikukuhkan sebagai figur penggerak, motivator, sekaligus teladan dalam menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di wilayah masing-masing.

Bupati Kendal menegaskan bahwa pengukuhan ini bukanlah sekadar seremoni, melainkan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kami ingin menjadikan setiap keluarga di Kendal sebagai keluarga literasi. Peran ibu sangat penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca dan diskusi di rumah. Rumah harus menjadi taman belajar yang menyenangkan, tempat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, dan berkarakter,” ujar Bupati Dyah Kartika.
Ia juga menyinggung prediksi bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2045, setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

Oleh karena itu, membentuk generasi cerdas dan berakhlak mulia sejak dini menjadi keharusan.
Kepala Dinarpus Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, menambahkan bahwa pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah oleh Gubernur Jateng pada Mei lalu. Uniknya, Kendal menjadi kabupaten pertama di Jateng yang mengukuhkan Bunda Literasi di tingkat kecamatan.
“Ke depan, di bawah arahan Ibu Bupati, kita akan bentuk Bunda Literasi sampai tingkat desa, bahkan RW dan RT, agar literasi benar-benar hadir di tengah masyarakat,” terang Wahyu.
Ia juga memaparkan perkembangan pesat Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kendal yang telah meraih akreditasi A dan memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik sebesar Rp10,75 miliar dari Perpusnas.
Disampaikan juga oleh Yusuf, koleksi Perpusda Kab. Kendal saat ini mencakup 51.703 eksemplar buku fisik dan 2.038 buku digital.
Soal pelayanan, Wahyu Yusuf Akhmadi menyampaikan, Perpusda Kendal menjadi yang terdepan.

“Buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 19.30 WIB, bahkan mengalahkan jam layanan Perpustakaan Nasional yang tutup lebih awal di akhir pekan. Jumlah pengunjung akhir pekan pun cukup tinggi, di atas 500 orang, menandakan antusiasme masyarakat untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar dan rekreasi keluarga,” beber Wahyu.
Tak hanya itu, Perpusda Kendal juga telah ditetapkan sebagai rujukan pusat informasi sahabat anak oleh Perpusnas, sebagai dukungan terhadap program Kabupaten Layak Anak.
Dalam kesempatan tersebut, turut dilaunching berbagai program literasi, seperti kartu anggota perpustakaan digital, Gerakan Wakaf Buku Sedekah Ilmu, dan peluncuran buku karya peserta Bimbingan Teknis konten lokal bertajuk “Dendang Kendal: Simfoni Kuliner, Tradisi, dan Alam.”
Melalui penguatan peran Bunda Literasi dan inovasi layanan perpustakaan, Kendal meneguhkan komitmennya dalam membangun generasi cerdas dan berdaya saing tinggi.(fur)
