LIMBANGAN, KENDALMU.OR.ID — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rowosari menggelar Baitul Arqam (BA) IV di kawasan wisata Nglimut, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Senin–Selasa, (22–23/12/2025).
Kegiatan perkaderan strategis ini diikuti 134 peserta dan dikelola oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal.
Ketua panitia, Muaris, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana penguatan ideologi sekaligus pembinaan kader Muhammadiyah di lingkungan PCM Rowosari.
Ia menyebutkan, BA IV dikemas dengan pendekatan yang menggembirakan agar nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dapat lebih mengena dan mudah dipahami peserta.
“Baitul Arqam ini dimaksudkan sebagai proses pembinaan dan penguatan ideologi kader Muhammadiyah melalui internalisasi nilai-nilai Islam Berkemajuan, paham agama, serta manhaj perjuangan Muhammadiyah, sehingga terwujud kader yang memiliki kesadaran ber-Islam dan bermuhammadiyah secara utuh,” ujar Muaris.

Ia berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi mampu menerjemahkan nilai-nilai kemuhammadiyahan dalam kehidupan sehari-hari dan gerakan dakwah di lingkungannya.
“Setelah mengikuti Baitul Arqam, peserta diharapkan memiliki komitmen yang kuat untuk berkhidmat dan berperan aktif memajukan Persyarikatan Muhammadiyah,” katanya.

Ketua PCM Rowosari, Jumali, menegaskan bahwa Baitul Arqam merupakan media strategis penanaman ideologi Islam Berkemajuan sekaligus program perkaderan resmi Muhammadiyah.
Menurutnya, kegiatan ini berfungsi membentuk kader secara ideologis, spiritual, dan organisatoris agar mampu memahami, menghayati, serta mengamalkan Islam sesuai manhaj Muhammadiyah.

“Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi proses pembentukan kader yang sadar ideologi, memiliki ruh keislaman yang kuat, dan komitmen organisatoris yang jelas,” tegas Jumali.
Ia menjelaskan, secara ideologis Baitul Arqam menjadi ruang internalisasi Islam Berkemajuan, yakni pemahaman Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, bersifat mencerahkan, rasional, berorientasi pada kemajuan peradaban, serta responsif terhadap persoalan umat dan bangsa.

“Di sinilah kader ditempa agar mampu menerjemahkan nilai-nilai Islam Berkemajuan ke dalam gerakan nyata, baik dalam dakwah, pengabdian sosial, maupun penguatan Persyarikatan,” tambahnya.
Jumali juga menekankan bahwa dakwah Muhammadiyah di Rowosari tidak bisa dijalankan secara parsial atau sendiri-sendiri.
Menurutnya, Baitul Arqam menjadi sarana konsolidasi untuk menyatukan langkah dan visi kader dalam satu barisan yang kuat dan kokoh.
“Melalui Baitul Arqam, kami menyatukan isi hati dan meluruskan arah perjuangan agar seluruh kader bergerak dalam satu shaf dan satu barisan yang sama,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kendal, Maryono, mengapresiasi PCM Rowosari yang mampu melaksanakan Baitul Arqam keempat sebagai bukti kesungguhan dalam menyiapkan kader-kader Muhammadiyah yang maju.
“Ini menunjukkan adanya kemauan kuat untuk terus menyiapkan kader, sehingga cabang, ranting, hingga amal usaha Muhammadiyah dapat berkembang dengan baik,” ujar Maryono.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi ditentukan oleh kemampuannya melahirkan kader yang lebih baik dari generasi sebelumnya.
“Organisasi akan dinilai berhasil apabila mampu mencetak kader yang kualitasnya lebih baik dari generasi sebelumnya,” tegasnya.
Maryono juga mengingatkan agar masjid-masjid di bawah naungan PCM Rowosari terus dimakmurkan dan tidak dibiarkan sepi dari aktivitas keagamaan.

“Masjid jangan sampai kosong. Masjid harus hidup dan menjadi pusat dakwah serta pembinaan umat,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong para peserta Baitul Arqam untuk melahirkan inovasi dakwah setelah kembali ke lingkungan masing-masing, terutama dakwah milenial yang relevan dan mampu menjangkau generasi muda.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan kepada umat yang santun, humanis, dan inklusif menjadi kebutuhan mendesak dalam menjalankan dakwah amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat.
“Pendekatan dakwah yang ramah dan melayani umat dengan baik sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan dakwah hari ini,” pungkasnya. (arif)
