WELERI, KENDALMU.OR.ID – Orang yang beramal tanpa ilmu maka amalannya akan ditolak. Pesan inilah yang disampaikan Ketua Baznas Kota Tegal, Ustadz Harun Abdi Manaf, dalam Kajian Rutin Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weleri, Ahad (5/10/2025) di Aula Kecamatan Weleri.
Dalam kajian tersebut, Ustadz Harun yang dikenal sebagai muballigh yang aktif berdakwah di berbagai daerah di Jawa Tengah, khususnya dalam kajian-kajian Muhammadiyah mengupas makna Surat Al-Mujadilah ayat 11:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Menurut beliau, ayat ini menegaskan perbedaan mendasar antara orang yang berilmu dengan yang tidak. Orang beriman yang memiliki ilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah, sedangkan orang yang beramal tanpa ilmu justru rawan terjerumus pada bid’ah akibat dho’ful ilmi (minimnya pemahaman agama).

Ayat ini juga menjadi landasan penting bahwa ilmu adalah tuntunan bagi setiap amal ibadah.
“Ilmu itu bukan sekadar teori, tapi pedoman dalam beribadah. Dalam shalat misalnya, jangan hanya mengikuti gerakan-gerakan formal, tapi pahami makna dari setiap gerakan agar shalat benar-benar hidup dan bermakna,” jelasnya.
Ustadz Harun mengutip sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan kondisi umat Islam kelak akan seperti makanan lezat di atas nampan yang diperebutkan banyak orang. Meski jumlah umat Islam besar, mereka seperti buih di lautan karena kehilangan wibawa dan diliputi penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati).
“Penyebab lemahnya umat ada dua, yaitu pertama tidak menganggap penting ilmu, serta yang kedua cinta dunia dan takut mati. Inilah yang membuat umat mudah dilemahkan,” tuturnya.
Dalam ceramahnya, Ustadz Harun juga menekankan peran penting Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan tersebut.
Melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan. Saat ini, Muhammadiyah mengelola ribuan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi.
Muhammadiyah melalui AUM Pendidikan ini berusaha mencerdaskan umat, menanamkan iman, dan membangun kemandirian.
“Dengan pendidikan, umat tidak lagi menjadi hidangan yang diperebutkan, tetapi bangkit sebagai umat yang kuat dan bermartabat,” tegasnya.
Dia menegaskan, pendidikan Muhammadiyah tidak hanya diarahkan untuk mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter Islami, mandiri, dan berdaya guna di tengah masyarakat.
Kajian yang dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kalangan itu ditutup dengan doa “Robbi zidni ilma” (Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu),dan seruan agar kita sebagai warga Muhammadiyah terus menuntut ilmu dan tidak berhenti belajar. (alif)
Kontributor : Alif Iman Lazuardi
