BANYUMAS.KENDALMU.OR.ID.Akhirnya Kepala Desa (Kades) Rempoah, Kec. Baturraden, Kab. Banyumas, Sugeng Pujiharto mengeluarkan izin kepada warga Muhammadiyah di Kec. Baturraden melaksanakan Shalat Idul Fitri 1446 H (Senin/3/2025) di lapangan Akrab desa setempat.
Berawal dari kabar respon/penolakan Pemerintah Desa (Pemdes) Rempoah yang viral di Medsos atas surat peminjaman lapangan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Baturraden.
Surat yang bernomor 006/IV.0/B/2025 ini mendapat jawaban oleh Pemdes setempat melalui surat bernomor 003/025/III/2025 berisi penolakan dengan dalih karena masjid-masjid di Desa Rempoah masih sanggup menampung jamaah serta untuk menjaga kondusifitas di wilayah tersebut.
Bahkan kepala Desa Rempoah, Sugeng Pujiharto telah mengeluarkan berita acara penolakan pelaksanaan shalat idul fitri untuk warga Muhammadiyah.
Usai viralnya penolakan tersebut, Pemdes Rempoah akhirnya mengizinkan pelaksanaan shalat idul fitri yang di inisiasi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Baturraden di lapangan Akrab Rempoah.
Dilansir dari laman pwmjateng.com, Selasa (2/4/2025), sekitar 500 jamaah dari warga Muhammadiyah mengikuti salat idul fitri 1446 H di lapangan Akrab pada Senin (31/03/2025).
Shalat ini diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Baturraden dan menjadi momentum kebersamaan bagi umat Muslim di daerah tersebut.
Sekretaris PCM Baturraden, Nur Khasbi, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya salat Idul fitri di lokasi tersebut.

“Alhamdulillah, setelah sempat terjadi miskomunikasi, akhirnya Salat Idulfitri 1446 H perdana ini dapat terlaksana di Lapangan AKRAB Desa Rempoah,” ujar Nur Khasbi, yang juga mantan Ketua PDPM Banyumas.
Ia menambahkan bahwa salat tersebut dipimpin oleh Imam Yahya an-Nuhair dengan khotbah dari Totok Agung Dwi Haryanto.
Menurutnya, kehadiran ratusan jamaah menunjukkan semangat persatuan dan komitmen dalam menggerakkan dakwah Islam yang berkemajuan.
Dalam khutbahnya, Totok Agung DH menekankan pentingnya menjaga kerukunan, kebersamaan, dan soliditas dalam gerakan dakwah.
“Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin akan semakin membumi jika kita terus menghadirkan pencerahan yang menggerakkan, memberdayakan, dan menggembirakan umat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti konsep dakwah yang berkeadaban serta penuh kasih terhadap sesama Muslim sebagai kunci utama dalam menarik perhatian masyarakat, baik Muslim maupun non-Muslim. Menurutnya, Islam yang menampilkan keteladanan akan lebih mudah diterima oleh semua kalangan.
Usai salat, suasana haru dan kebahagiaan semakin terasa ketika sesepuh Muhammadiyah Banyumas, Ahmad Kifni, memberikan motivasi kepada jamaah. Ia menekankan pentingnya istiqomah dalam menghadapi berbagai ujian dakwah.
“Kebersamaan dan keteguhan dalam dakwah Islam yang berkemajuan harus terus dijaga. Dengan itu, kita bisa menghadapi tantangan zaman dengan lebih kuat,” ungkapnya.
