YOGJAKARTA, KENDALMU.OR.ID – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, menegaskan pentingnya membangun Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah (RSMA) yang unggul, berkemajuan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini ia sampaikan dalam Darul Arqam Badan Pembina Harian (BPH) dan Direksi RSMA se-Indonesia Batch ke-5 yang digelar pada Rabu (1/10).
Dikutip muhammadiyah.or.id, Agus mengawali pesannya dengan mengutip nasihat almarhum KH. AR Fachruddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1968–1990. Saat itu, Prof. Abdul Malik Fajar pernah bertanya tentang pembinaan kader dan arah pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Pak AR menjawab, Muhammadiyah itu sejatinya ingin mewujudkan Islam yang maju, unggul, dan juga Islam yang nyah nyoh—yakni suka membantu. Kalau Muhammadiyah membuat sekolah, sekolahnya harus hebat. Kalau membuat rumah sakit, rumah sakitnya juga harus hebat. Sehingga orang yang melihat akan kagum dan bangga pada dakwah Islam Muhammadiyah,” tutur Agus.
Agus kemudian menambahkan, nilai yang diwariskan AR Fachruddin itu benar-benar diwujudkan oleh Prof. Abdul Malik Fajar. Salah satu buktinya adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tumbuh pesat hingga kini menempati posisi bergengsi sebagai salah satu dari tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) yang masuk dalam 10 besar perguruan tinggi Islam terbaik.
“Kisah itu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah, termasuk rumah sakit, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar manfaatnya semakin luas,” jelas Agus.
Menurutnya, Baitul Arqam menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi dan evaluasi pengelolaan rumah sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah di seluruh Indonesia. Ia berharap forum ini melahirkan semangat baru untuk memperkuat tata kelola dan mutu pelayanan RSMA.
“Baitul Arqam ini kesempatan kita untuk merefleksi perjalanan dan potret rumah sakit kita. Saat ini Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) bersama Biro Pengelola Organisasi PP Muhammadiyah sedang menyusun regulasi-regulasi baru demi pengembangan RSMA. Kita memang perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tapi satu hal yang tidak boleh berubah adalah ciri pelayanan rumah sakit Muhammadiyah yang penuh keikhlasan dan nilai Islami,” tegas Agus.
Dengan lebih dari seratus rumah sakit dan klinik yang tersebar di berbagai daerah, Muhammadiyah melalui RSMA telah lama menjadi garda terdepan dalam dakwah di bidang kesehatan. Agus berharap ke depan, RSMA tidak hanya unggul dalam pelayanan medis, tetapi juga menjadi pusat keteladanan dalam menghadirkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di bidang kesehatan.
