KALIWUNGU, KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kaliwungu resmi memulai gerakan wakaf pembebasan lahan untuk pembangunan Muhammadiyah Center Kaliwungu.
Program tersebut diluncurkan melalui Soft Launching Wakaf Pembebasan Lahan yang digelar bersamaan dengan silaturahmi rutin Turun ke Bawah (Turba) putaran ke-196 di halaman Masjid Muhajirin Karangtengah, Ahad (31/5/2026).

Ketua Panitia, Edy Hansa, mengatakan lahan yang akan dibebaskan memiliki luas sekitar 6.115 meter persegi.
Untuk mewujudkan proyek tersebut, PCM Kaliwungu membuka lelang wakaf kepada jamaah, warga Persyarikatan, dan masyarakat umum.
“Kami membuka lelang wakaf Rp1 juta per meter persegi. Jika sudah termasuk urugan nilainya Rp1,5 juta per meter persegi,” tegas Edy.
Ia menjelaskan, lahan yang akan dibebaskan masih berupa tambak sehingga membutuhkan proses pengurugan.

Total kebutuhan dana pembebasan dan pengurugan diperkirakan mencapai Rp7 miliar yang harus diselesaikan dalam waktu enam bulan.
Meski demikian, Edy optimistis target tersebut dapat tercapai. Hingga akhir Mei, dana yang terkumpul melalui lelang wakaf dan dana talangan telah mencapai sekitar Rp3,1 miliar.
“Kami masih membutuhkan dana sekitar Rp3,9 miliar lagi yang harus diselesaikan dalam waktu enam bulan. Insyaallah dengan dukungan warga Muhammadiyah dan masyarakat, target ini bisa tercapai,” ujarnya.

Ke depan, lahan tersebut direncanakan menjadi kawasan Muhammadiyah Center yang tidak hanya digunakan sebagai lokasi permanen Shalat Idulfitri dan Iduladha, tetapi juga dilengkapi gedung olahraga serta pusat kegiatan ekonomi umat.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, KH Ikhsan Intizam, mengapresiasi langkah besar yang dilakukan PCM Kaliwungu.
Menurutnya, program tersebut merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat luas bagi umat.

“Ini di luar nalar untuk ukuran cabang, tetapi itulah Muhammadiyah. Visinya jauh ke depan. Dengan semangat gotong royong dan keikhlasan, saya yakin program ini akan terwujud,” tegasnya.
Ia berharap gerakan wakaf tersebut menjadi inspirasi bagi cabang Muhammadiyah lainnya untuk memiliki pusat kegiatan yang mampu memperkuat dakwah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat. (fur)
