SUKOREJO, KENDALMU.OR.ID — Sebanyak 58 siswa kelas 4, 5, dan 6 MI Muhammadiyah Mulyosari mengikuti kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) di Masjid Al-Muttaqin, Desa Mulyosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, pada Sabtu-Ahad (14–15/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu menjadi momentum pembinaan spiritual sekaligus pembelajaran kemandirian bagi para siswa di tengah masyarakat.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang digelar di lingkungan sekolah, tahun ini kegiatan Mabit dipusatkan di masjid desa agar para siswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar.
Kepala MI Muhammadiyah Mulyosari, Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa perubahan lokasi kegiatan dilakukan untuk memberikan pengalaman baru bagi para siswa sekaligus memperkuat syiar dakwah di lingkungan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan suasana baru dengan berbaur bersama masyarakat. Harapannya kegiatan ini juga menjadi bagian dari dakwah di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Meski sempat diguyur hujan deras saat pembukaan kegiatan, antusiasme para siswa tetap tinggi.
Para peserta tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
Kegiatan diawali dengan kajian Ramadan yang disampaikan Ustadz Aan tentang pentingnya berbakti kepada orang tua.
Materi tersebut diberikan sebagai bekal akhlak bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan tukar takjil antar peserta.
Kegiatan sederhana itu bertujuan menanamkan nilai syukur serta mengajarkan siswa untuk menghargai apa yang dimiliki.
Usai berbuka puasa bersama, para siswa melaksanakan shalat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah bersama warga setempat, kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an di dalam masjid.
Guru kelas 6 MI Muhammadiyah Mulyosari, Fitriyani, menjelaskan bahwa kegiatan Mabit dirancang tidak hanya untuk memperkuat ibadah, tetapi juga membentuk karakter kemandirian dan kemampuan beradaptasi para siswa.

“Melalui kegiatan ini anak-anak belajar berbaur dengan masyarakat, beradaptasi, serta belajar mandiri dan lebih khusyuk dalam beribadah,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga mengajarkan para siswa untuk hidup lebih sederhana dan disiplin, karena selama kegiatan berlangsung mereka harus mengatur aktivitas secara tertib tanpa didampingi orang tua.
Pada hari kedua, kegiatan dimulai dengan qiyamullail, dilanjutkan sahur bersama, shalat Subuh berjamaah, kuliah Subuh, tadabur alam, serta kegiatan bersih lingkungan.
Di akhir kegiatan, kepala madrasah berpesan kepada para siswa agar menjaga lima hal penting dalam kehidupan, yakni menjaga shalat, rajin membaca Al-Qur’an, gemar bersedekah, berbakti kepada orang tua, serta selalu berbuat baik kepada sesama. (dian)
